Senin, 19 November 2018

JAKARTA - Twitter mengumumkan bahwa mereka telah menemukan adanya aksi propaganda dari 200 akun. Akun-akun tersebut dikatakan Twitter, memiliki hubungan dengan negara Rusia.
Laporan ini berkaitan dengan adanya tekanan dari Kongres Amerika Serikat kepada pemilik media sosial. Sebelumnya, Facebook juga telah mengungkap adanya iklan propaganda yang bersumber dari Rusia.
Dikutip dari The Verge, Jumat (29/9/2017), Twitter menemukan 179 akun dan 22 akun yang berkaitan dengan iklan di Facebook. Mereka mengkalim telah dan akan memblokir akun-akun tersebut yang biasanya melanggar aturan soal spamming.
Sayangya Twitter tak merinci aktivitas yang dilakukan oleh akun-akun tersebut dan hanya mengungkap bahwa mereka tengah memerangi isu-isu dalam Trending Topics yang dianggap sebagai spam.
Perusahaan mengungkap bahwa terdapat layanan berita bernama Rusia Today yang memiliki hubungan dengan pemerintahan Kremlin. Twitter mengatakan bahwa organisasi tersebut telah beriklan sebesar USD274.000 pada 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar